Batak Karo : Sejarah, Keindahan Budaya dan Festival Musiknya

Berkunjung ke Aceh Tenggara, pastinya akan kurang kurang sempurna jika tidak mengunjungi Tanah Karo.  Tanah Karo adalah sebuah dataran tinggi yang terkenal dengan adat Batak Karo. Disana kamu akan menemukan begitu banyak keindahan budaya, baik dalam bentuk tarian, nyanyian maupun rumah adat yang sangat khas dari suku tersebut. 

Mengunjungi tanah Karo sembari menghadiri Karo Music Camp sepertinya akan menjadi pilihan favorit yang layak masuk dalam rencana daftar wisatamu.

Tapi sebelum pergi kesana, yuk cari tahu dulu tentang sejarah dan keindahan budaya Batak Karo.

Sejarah Batak Karo

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo.Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo, dan memiliki salam khas, yaitu Mejuah-juah.

Dalam buku “Sejarah Pijer Podi, Adat Nggeluh Suku Karo Indonesia” menuliskan secara tegas etnis Karo bukan berasal dari si Raja Batak. Dalam buku tersebut diungkapkan bahwa, leluhur etnis Karo berasal dari India Selatan berbatasan dengan Myanmar.

Pakaian Adat dan  Rumah Tradisional Batak Karo

Sementara pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Adapun keberadaan Rumah adat suku Karo atau yang dikenal dengan nama Rumah Siwaluh Jabu yang berarti rumah untuk delapan keluarga, yaitu Rumah yang terdiri dari delapan bilik yang masing-masing bilik dihuni oleh satu keluarga. Tiap keluarga yang menghuni rumah itu memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan pola kekerabatan masing-masing.

Marga Batak Karo

Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima, tutur siwaluh, dan rakut sitelu. Merga disebut untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan disebut Beru. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Merga dalam masyarakat Karo terdiri dari lima kelompok utama (marga inti/pokok), yang disebut dengan merga silima. Kelima merga tersebut adalah:

  • Karo. Diberi nama Karo tujuannya bila nanti kakeknya (Nini Karo) telah tiada Karo sebagai gantinya sebagai ingatan. Sehingga nama leluhurnya tidak hilang.
  • Ginting, diberikan kepada anak kedua.
  • Sembiring, diberi nama si mbiring (hitam) karena dia merupakan yang paling hitam diantara saudaranya.
  • Peranginangin, diberi nama peranginangin karena ketika ia lahir angin berhembus dengan kencangnya (angin puting-beliung).
  • Tarigan, anak bungsu.

Kuliner Khas Karo

1. Makanan

Kuliner Karo sangat banyak ragamnya, salah satunya yang terkenal ialah Babi panggang Karo atau kerap kali disingkat sebagai BPK. BPK adalah makanan yang diproduksi dengan cara dipanggang dan diberi bumbu rempah-rempah yang khas, bumbu ini dinamakan Tuba atau juga bisa disebut andaliman.

Umumnya orang Karo yang menjual BPK di warung makan ataupun restoran, namun tidak jarang juga ditemukan orang non-Karo yang juga menjual hidangan tersebut seperti orang Toba, Nias, dan lain lain.

Kuliner Karo lainnya meliputi: Kidu-kidu, Manuk Getah, Arsik Nurung Mas, Cimpa, Unung-unung, Cincang Bohan, Pagit-pagit, Trites, Gule Kuta-kuta (gulai ayam kampung), Tasak Telu, Mie Keling, Bihun Bebek, Bika Ambon, Lemang Karo, Cipera, Anyang Pakis, Bulung Gadung, dan lain lain.

2. Minuman

Selain makanan, minuman khas Karo pun banyak macam ragamnya. Minuman yang terkenal adalah Susu Kitik yaitu teh susu telur khas Karo. Minuman ini umumnya disajikan di warung kopi di daerah Karo.

Budaya Kesenian Batak Karo

  • Seni Bela diri (Silat Karo)

Seni bela diri orang karo merupakan Silat Karo yang dalam Bahasa Karo disebut ndikar. Kata tersebut mulai jarang digunakan masyarakat Karo sehingga kini asing terdengar. Masyarakat Karo dewasa ini cenderung menyebutnya dengan nama Silat Karo saja.

  • Seni Musik

Alat musik tradisional suku Karo adalah Gendang Karo. Biasanya disebut Gendang “Lima Sedalanen” yang artinya seperangkat gendang tari yang terdiri dari lima unsur.

Unsur disini terdiri dari beberapa alat musik tradisional Karo seperti Kulcapi, Balobat, Surdam, Keteng-keteng, Murhab, Serune, Gendang singindungi, Gendang si nganaki, Penganak dan Gung. Alat tradisional ini sering digunakan untuk menari, menyanyi dan berbagai ritus tradisi.

  •  Seni Tari

Tari dalam bahasa Karo disebut “Landek”. Pola dasar tari Karo adalah posisi tubuh, gerakan tangan, gerakan naik turun lutut (endek) disesuaikan dengan tempo gendang dan gerak kaki. Pola dasar tarian itu ditambah dengan variasi tertentu sehingga tarian tersebut menarik dan indah.

  • Seni Ukir / Pahat

Keragaman seni pahat dan ukir suku Karo terlihat dari corak ragam bangunannya. Dulu orang yang ahli membuat bangunan Karo disebut “Pande Tukang.”

Hal ini terlihat dari jenis-jenis bangunan Karo seperti Rumah Siwaluh Jabu, Geriten, Jambur, Batang, Lige-lige, Kalimbaban, Sapo Gunung, dan Lipo. Seni ukir yang menjadi kekayaan kesenian Karo terlihat pada setiap ukiran bangunannya seperti Ukir Cekili Kambing, Ukir Ipen-Ipen, Ukir Embun Sikawiten, Ukir Lipan Nangkih Tongkeh, Ukir Tanduk Kerbo Payung, Ukir Pengeretret, dan Ciken.

Karo Music Camp

Event ini bertujuan untuk membawa pesona keindahan dan keunikan Tanah Karo sebagai kendaraan yang tepat untuk membawa sektor pariwisata Kabupaten Karo menuju wisata kelas dunia melalui seluruh implementasi melalui desain dan konten yang tersaji di dalam Karo Music Camp.

Karo Music Camp 2022 akan dihelat di Tongging, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Karo Music Camp 2022 yang bertemakan “It’s Our Heritage” ini  diusung dengan beberapa kegiatan unik, seperti camping ground, colossal traditional dance, penampilan budaya empat puak, pameran produk UMKM, dan penampilan dari musisi lokal. Acara Karo Music Camp 2022 diharapkan dapat meningkatkan kunjungan pariwisata Kabupaten Karo, terlebih membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi, lingkungan, sosial budaya, dan dunia pariwisata melalui kaum milenial.

Tentunya menghadiri Karo Music Camp hanyalah salah satu pesona budaya yang bisa kamu temui saat perayaan festival berlangsung. Faktanya, saat ini masih banyak festival menarik di Indonesia yang bisa kamu ikuti. Cari tahu selengkapnya dengan mengunjungi Karisma Event Nusantara dan jangan lewatkan kesempatannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *